Pelatihan Pembuatan Liquid Detergent Sakura pada Ibu-Ibu Pengurus PKK dan Kader Taman Posyandu Desa Tapelan

Penulis

  • Rizka Aisyah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bojonegoro, Indonesia Penulis
  • Subhan Adi Santoso santoso Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bojonegoro, Indonesia Penulis

DOI:

https://doi.org/10.59829/h5w87042

Kata Kunci:

Detergent, Creative Economy, Training, Community Service, Production

Abstrak

Deterjen merupakan kebutuhan pokok rumah tangga yang digunakan setiap hari untuk mencuci pakaian. Pemilihan dan penggunaan deterjen sangat memengaruhi pengeluaran rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pembuatan liquid detergent “Sakura” pada Ibu-Ibu Pengurus PKK dan Kader Taman Posyandu Desa Tapelan. Metode pelaksanaan kegiatan dengan tahapan: 1) Survey lapangan, 2) Sosialisasi kegiatan, 3) Pelatihan dan praktik, serta 4) Evaluasi. Indikator ketercapaian program yang ditetapkan adalah ketersediaan bahan baku tumbuhan untuk membuat deterjen, keaktifan peserta pelatihan, keterampilan dalam praktik, dan keterlaksanaan program. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bu-Ibu Pengurus PKK dan Kader Taman Posyandu Desa Tapelan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Teknik pengambilan data menggunakan observasi dan angket. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis angket pelatihan didapatkan 100% mengetahui bahan-bahan dan alat untuk pembuatan deterjen cair, sebanyak 86,2% mengetahui langkah pembuatan. Sebanyak 100% mengetahui pengemasan produk, serta 86,2% memiliki rencana untuk membuka usaha deterjen cair. 

Detergent is a basic household necessity used every day for washing clothes. The selection and use of detergent greatly affect household expenses. The purpose of this community service activity is to empower the community through training in making "Sakura" liquid detergent for PKK (Family Welfare Movement) members and Posyandu (Integrated Service) Park Cadres in Tapelan Village. The activity implementation method is in stages: 1) Field survey, 2) Socialization of activities, 3) Training and practice, and 4) Evaluation. The program achievement indicators set are the availability of plant raw materials for making detergent, the activeness of training participants, skills in practice, and program implementation. The targets of this community service activity are PKK members and Posyandu (Integrated Service) Park Cadres in Tapelan Village, Kapas District, Bojonegoro Regency. Data collection techniques use observation and questionnaires. Data analysis techniques are carried out descriptively. Based on the results of the training questionnaire analysis, 100% knew the ingredients and tools for making liquid detergent, as many as 86.2% knew the steps for making it. As many as 100% are aware of product packaging, and 86.2% have plans to open a liquid detergent business.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-01