Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits di MI Riyadlus Sholihien dan Upaya Mengatasinya
DOI:
https://doi.org/10.59829/pcsvd107Kata Kunci:
kesulitan belajar, Al-Qur'an Hadits, Madrasah Ibtidaiyah, strategi guru, pembelajaranAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di Madrasah Ibtidaiyah serta mengidentifikasi faktor penyebab dan upaya guru dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilaksanakan di MI Riyadlus Sholihien Jember. Informan penelitian berjumlah 10 orang yang terdiri atas 2 guru dan 8 siswa, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada tiga aspek utama, yaitu membaca ayat Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, menghafal materi, dan memahami isi kandungan ayat maupun hadits. Kesulitan tersebut bersifat saling berkaitan dan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Faktor penyebab kesulitan belajar meliputi faktor internal berupa rendahnya minat dan motivasi belajar siswa, serta faktor eksternal berupa metode pembelajaran yang kurang variatif, keterbatasan penggunaan media pembelajaran, dan kurangnya latihan belajar di rumah. Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa meliputi pemberian bimbingan individu, penerapan metode pengulangan (drill), serta pemanfaatan media pembelajaran seperti audio. Upaya tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan siswa secara bertahap dalam membaca, menghafal, dan memahami materi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam strategi pembelajaran yang lebih variatif, interaktif, dan kontekstual serta dukungan lingkungan belajar yang kondusif guna meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an Hadits secara optimal.


STIT Muhammadiyah Bojonegoro