Strategi Pembelajaran Bahasa Jawa Berbasis Kearifan Lokal di MI Miftahuth Tholibin Waru Mranggen Demak
DOI:
https://doi.org/10.59829/sw4r3246Keywords:
Bahasa Jawa, Kearifan Lokal , Strategi Pembelajaran, Madrasah Ibtidaiyah, Budaya JawaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran Bahasa Jawa berbasis kearifan lokal yang diterapkan di MI Miftahuth Tholibin Waru Mranggen Demak, mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal yang diintegrasikan dalam proses pembelajaran, serta menganalisis dampaknya terhadap kemampuan berbahasa Jawa peserta didik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) madrasah ini menerapkan tiga strategi utama pembelajaran Bahasa Jawa berbasis kearifan lokal, yaitu pembelajaran berbasis cerita rakyat lokal, eksplorasi budaya tradisional melalui kegiatan langsung, dan penggunaan media berbasis kearifan lokal; (2) bentuk kearifan lokal yang diintegrasikan meliputi cerita rakyat daerah Demak, tradisi dan seni budaya, serta flora dan fauna lokal; dan (3) penerapan ketiga strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa peserta didik pada seluruh aspek—mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis—dengan rata-rata peningkatan sebesar 16,0 poin, sekaligus memperkuat identitas budaya mereka.




STIT Muhammadiyah Bojonegoro