Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al Qur’an : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.59829/raxb3r68Kata Kunci:
Purity of the Arabic Language, History of Balaghah, TasybihAbstrak
Kajian ini membahas tentang betapa pentingnya peran ilmu balaghah dalam menjaga keaslian bahasa Arab, serta melihat kembali sejarah awalnya sebagai cara mempertahankan gaya bicara bangsa arab. Munculnya ilmu ini bermula dari keinginan para ahli untuk menjaga agar pesan dalam al-Quran tidak salah dipahami akibat masuknya pengaruh asing yang merusak tata bahasa. Pembahasan utama dalam tulisan ini adalah tentang gaya bahasa tasybih yang sering digunakan untuk membandingkan dua hal dalam ilmu bayan. Dengan menggunakan cara penjelasan yang sederhana dan mengambil dasar dari pemikiran tokoh besar seperti Abdul Qahir al-Jurjani tulisan ini mengupas bagian dalam tasybih seperti benda yang dibandingkan serta alasan kesamaannya. Hasil dari pembahasan ini menunjukkan bahwa tasybih bukan sekadar hiasan agar kalimat terdengar indah saja tetapi juga berfungsi untuk menjelaskan ide yang sulit agar lebih mudah dimengerti lewat contoh nyata. Memahami sejarah dan jenis tasybih merupakan kunci utama agar seseorang bisa tetap lancar dan benar dalam berbahasa Arab. Maka ilmu balaghah adalah penjaga abadi bagi keindahan dan kebenaran makna bahasa arab agar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
This study discusses the importance of the role of Balaghah science in preserving the authenticity of the Arabic language, while also reviewing its early history as a means of maintaining the speaking style of the Arab people. The emergence of this discipline began with the desire of scholars to prevent the messages of the Qur'an from being misunderstood due to the influence of foreign elements that could damage the structure of the language. The main discussion in this paper focuses on the figurative style of tasybih (simile), which is frequently used in Ilm al-Bayan to compare two things. By using a simple explanatory method and drawing upon the thoughts of prominent scholars such as Abdul Qahir al-Jurjani, this paper examines the elements of tasybih, including the compared objects and the reasons for their similarity. The results of this discussion show that tasybih is not merely an ornament to beautify sentences, but also functions to clarify complex ideas so they can be more easily understood through concrete examples. Understanding the history and types of tasybih is a key factor in enabling someone to speak Arabic fluently and correctly. Therefore, Balaghah remains an eternal guardian of the beauty and accuracy of the meanings of the Arabic language amid the development of the modern era.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Zulfida, Anwar Sidik (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


