Penanganan ATS Melalui Penanggulangan Pekerja Anak Sebagai Strategi Mempercepat Kenaikan AHLS dan ARLS Kabupaten Banyuwangi

Penulis

  • Muisman Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Indonesia Penulis

DOI:

https://doi.org/10.59829/dxw8zw11

Kata Kunci:

ATS, penanggulangan pekerja anak

Abstrak

AHLS dan ARLS Kabupaten Banyuwangi mengalami kenaikan setiap tahun. Namun kecepatan kenaikannya tidak seperti yang terjadi pada tingkat provinsi dan nasional sehingga AHLS dan ARLS saat ini masih berada di bawah rata-rata AHLS dan ARLS provinsi dan nasional. Sebagian besar kabupaten di Indonesia telah mengalami kenaikan AHLS dan ARLS lebih cepat dari Kabupaten Banyuwangi. Sebagian besar ATS yang beralasan bekerja berada di jenjang pendidikan SMP yaitu sebanyak 1.125 orang, MTs sebanyak 518 orang, dan SMK 418 orang seperti tampak pada gambar 4. Data ini menjelaskan bahwa putus sekolah (DO) dan lulus tidak melanjutkan (LTM) kebanyakan terjadi pada jenjang SMP, MTs, dan SMK.  Oleh karenanya perlu dilakukan penanganan ATS yang beralasan bekerja dengan cara memberikan perlindungan dan kesempatan untuk tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Tujuan penulisan policy paper ini adalah untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang komprehensif dalam menangani lambatnya kenaikan AHLS dan ARLS sebagai akibat tingginya jumlah ATS karena alasan bekerja. Kebijakan yang direkomendasikan yaitu kebijakan dunia usaha boleh mempekerjakan pekerja anak tetapi mewajibkan mereka untuk tetap bersekolah.  Dalam implementasinya, kebijakan ini perlu dilengkapi dengan regulasi tentang penanggulangan pekerja anak. Penanggulangan pekerja anak dilaksanakan melalui pencegahan, pemantauan, dan remediasi

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-11

Cara Mengutip

Penanganan ATS Melalui Penanggulangan Pekerja Anak Sebagai Strategi Mempercepat Kenaikan AHLS dan ARLS Kabupaten Banyuwangi. (2026). Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 4(1), 141-158. https://doi.org/10.59829/dxw8zw11